Peran Pemerintah dan Sektor Bisnis Indonesia dalam Memanfaatkan Peluang APEC 2013 bagi Pembangunan Ekonomi di Kawasan Asia Pasifik

ABAC-APEC_USU_05Medan, 12 Juni 2013 – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan APEC Business Advisory Council (ABAC) – dewan yang mewakili sektor bisnis di Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC), hari ini melakukan Kuliah Umum di Universitas Sumatera Utara (USU), Medan dalam rangka menyosialisasikan tentang APEC dan ABAC, serta bagaimana peran pemerintah dan sektor bisnis Indonesia dalam memanfaatkan peluang tersebut bagi pembangunan ekonomi di kawasan Asia Pasifik. Dihadiri oleh lebih dari 100 mahasiswa dari berbagai fakultas, jajaran dosen dan staf USU; Kuliah Umum dibuka oleh Prof. Dr. Badaruddin, M.Si, Dekan FISIP USU dan materi kuliah diberikan oleh Duta Besar Wahid Supriyadi, Staf Ahli Menlu Negeri Bidang Ekonomi Sosial Budaya, Astara Lubis, Research Director ABAC Indonesia,

”Kami sangat menyambut baik kehadiran Kementerian Luar Negeri RI dan ABAC di kampus USU hari ini dalam melakukan sebuah “knowledge sharing‟ yang sangat bermanfaat bagi civitas akademika kami. Hal ini sejalan dengan visi USU untuk menjadi salah satu perguruan tinggi utama di tingkat dunia, dimana ‘knowledge sharing’ dan dialog yang terjadi hari ini diharapkan akan menjadi awal dari kemitraan antara akademia, sektor pemerintah dan sektor bisnis dalam upaya mendukung tujuan-tujuan APEC”, kata Badaruddin dalam sambutan pembukaannya. Baharuddin menambahkan, “Sejak awal pendiriannya, USU telah dipersiapkan menjadi pusat pendidikan tinggi di kawasan barat Indonesia. Universitas ini juga merupakan saah satu universitas terbaik di Indonesia dengan jumlah mahasiswa yang mencapai 33 ribu orang, baik nasional dan internasional. Kuliah ini benar-benar merupakan sebuah pencerahan bagi kami.”

ABAC-APEC_USU_03Dalam paparannya kepada civitas akademika USU, Wahid Supriyadi menjelaskan tentang peran strategis yang diemban Indonesia dalam keketuaan APEC 2013, “APEC merupakan sebuah forum tingkat tinggi yang memfasilitasi pertumbuhan ekonomi, kerjasama, perdagangan dan investasi di kawasan Asia Pasifik. Sebagai salah satu ekonomi APEC, pada tahun 1989 Indonesia memegang peran strategis dalam menentukan arah kebijakan ekonomi di kawasan tersebut. Selain itu, sejak dicetuskannya Bogor Goals pada tahun 1994 lalu, Indonesia akan terus mewujudkan capaian tersebut dan menjadi ‘champion’ dari isu-isu yang diusulkan tidak hanya di tahun ini, tapi juga di masa mendatang.”

Wahid juga menyampaikan bahwa partisipasi Indonesia di APEC merupakan tanggung jawab besar, “Sebagai negara yang memiliki potensi untuk menjadi ekonomi terbesar ke-7 pada tahun 2030, Indonesia bertanggung jawab untuk berdialog dengan 20 Ekonomi APEC lainnya guna mencapai konsensus di masa depan.”

Kondisi ini juga diyakini oleh ABAC sebagai perwakilan dari sektor bisnis di Indonesia “Sejak tahun 2010, dunia memasuki era yang disebut ‘The Great Uncertainty’ yang diperkirakan akan terus berlangsung sampai 2030 yang ditandai dengan harga sumber daya yang tinggi dan fluktuatif, meningkatnya

intervensi pemerintah terhadap pasar dan rendahnya pertumbuhan di negara-negara Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) karena faktor demografi dan hutang,” papar Astara Lubis.

“Terdapat pergeseran konstelasi ekonomi global, dimana Amerika Serikat sebagai mesin pertumbuhan yang kian lemah karena krisis fiskal, krisis Eropa yang berlanjut dan melambatnya tingkat pertumbuhan di Cina dan India yang dulu pernah dipandang sebagai jangkar pertumbuhan global. Kini, ASEAN, dengan Indonesia sebagai ekonomi terbesar, telah menunjukkan iklim yang lebih kuat dan sehat, dan akan menjadi sentra pertumbuhan baru di kawasan Asia Pasifik,” tambah Astara.

Terkait korelasi antara peran universitas, bisnis dan pemerintah dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi, Astara berbagi pemikiran bahwa hubungan ketiga aktor integral dalam konteks public-private partnership terjadi dalam sebuah konsep ‘triple helix’, yang dikenal dengan istilah ABG atau ‘Academic, Business & Government’.

“Dalam konsep ‘Academic, Business & Government’, Industri berperan sebagai rumah produksi, sementara Pemerintah adalah sumber hubungan kontraktual yang memastikan interaksi dan pertukaran yang stabil, dan Universitas sebagai sumber pengetahuan dan teknologi baru”, ujar Astara. “Sinergi dari ketiga sektor ini merupakan prinsip generatif dalam membangun ekonomi yang berbasis pengetahuan, yang memungkinkan tercapainya integrasi ekonomi yang lebih erat di kawasan ini”.

Kolaborasi antara Kementerian Luar Negeri RI dan ABAC sebagai pihak-pihak yang akan banyak terlibat dalam keketuaan APEC 2013 di Bali mendatang dalam penyelenggaraan kuliah umum ini, menunjukkan keseriusan dan harapan dari sektor pemerintah dan sektor bisnis terhadap generasi muda Indonesia untuk meneruskan pembangunan masa depan bangsa, terutama dalam hal pembangunan ekonomi.

“Universitas adalah pencetak pemimpin masa depan 20 tahun dari sekarang, mahasiswa hari ini akan menjadi pemimpin bisnis, pemerintahan, pakar, dan pemuka di sektor-sektor lain. Demografi yang muda tidak boleh berarti bahwa pemuda-pemudi kita hanya sibuk di dunia ‘social networking’ saja. Justru orang muda Indonesia harus menjadi “driver” bagi peningkatan produktivitas nasional, semangat kewirausahaan, ekonomi kreatif, dan banyak jalan lain yang akan membawa competitive advantage bangsa kita di tataran ekonomi global. Kami harap Kuliah Umum ini membuka pintu dialog dengan generasi muda dalam rangka menggalang aspiasi yang mereka miliki dan mengajak mahasiswa untuk membangun minat dan perhatian pada apa yang berlangsung dalam proses-proses APEC dan ABAC.” tutup Astara.

-selesai-

Tentang ABAC

APEC Business Advisory Council (ABAC) merupakan dewan yang mewakili sektor bisnis di Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC), yang anggotanya secara resmi ditunjuk oleh pemimpin pemerintahan dari masing-masing anggota APEC (APEC Economy). Anggota ABAC berperan mengidentifikasi permasalahan dan memberikan rekomendasi yang perlu diprioritaskan di sektor bisnis guna mencapai kebijakan yang lebih efektif dan kerjasama ekonomi yang lebih erat di kawasan Asia Pasifik.

Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No 79/M Tahun 2012 tanggal 31 Agustus 2012 menetapkan tiga anggota ABAC Indonesia, yaitu Wishnu Wardhana, Group Co-CEO dan Vice President Director PT Indika Energy Tbk; Anindya Bakrie, Chairman PT Bakrie Global Ventura; dan Karen Agustiawan, President Director dan CEO PT Pertamina (Persero), dengan Wishnu Wardhana sebagai Chairman ABAC 2013. Untuk informasi lengkap tentang ABAC dapat dilihat di www.abaconline.org.

Tentang APEC CEO Summit 2013

APEC CEO Summit adalah sebuah ajang pertemuan bisnis yang menjadi wadah bagi para pemimpin pemerintahan anggota APEC dan para pemimpin opini dunia untuk berbagi informasi dan berdialog dengan para pemimpin bisnis global.

APEC CEO Summit biasanya diselenggarakan sebelum pertemuan tahunan APEC Leaders’ Meeting, dan menjadi sebuah contoh upaya APEC dalam mempromosikan dialog dan kerjasama antara sektor pemerintahan dan publik.

APEC CEO Summit 2013 akan diadakan di Bali, Indonesia pada tanggal 5-7 Oktober 2013, dengan mengusung tema “Towards Resilience and Growth: Reshaping for Global Economy”. Fokus utama pembahasan akan berkisar pada berbagai isu prioritas yang dihadapi oleh sektor bisnis untuk mencapai pertumbuhan berkelanjutan yang inklusif bagi semua anggotanya, yang akan dilakukan dalam sebuah diskusi interaktif. Lebih dari 1.000 delegasi bisnis dari seluruh Asia Pasifik direncakan akan hadir dalam ajang pertemuan penting tahun ini, termasuk delegasi senior dari Cina, Amerika Serikat, Jepang, Korea, Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Untuk informasi lengkap tentang ABAC dapat dilihat di www.apec2013ceosummit.com .

Kontak Media APEC 2013 Kementerian Luar Negeri RI
Arundhanti Andante
E. media@apec2013.or.id

Kontak Media APEC CEO Summit 2013 Organizing Committee
Hani Fibianti
Communications Director
E hani.fibianti@abacindonesia.org

GolinHarris Indonesia
Tursiana Setyohapsari
Executive Director
E tsetyohapsari@golinharris.com

Back to top